Banjarnegara TV - Ribuan warga Desa Sirukun, Kecamatan Kalibening, Banjarnegara, memeriahkan tradisi ruwat bumi bertajuk Kirab 1.000 Tenong Ruwat Bumi Spektakuler. Para warga membawa seribu tenong untuk dimakan bersama. Sejumlah pejabat turut hadir pada kegiatan tersebut yaitu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banjarnegara, Camat Kalibening, Forkompincam Kecamatan Kalibening. Seluruh peserta kirab hadir dengan memakai adat Jawa dan berjalan keliling kampung dengan tenong di atas kepalanya. Kurang lebih para peserta kirab menempuh perjalanan sepanjang 2 km sebelum sampai di lokasi akhir yaitu lapangan desa. Selain tenong, pusaka desa dan dua gunungan hasil bumi pun ikut diarak. Semua warga berkumpul di lapangan desa, dan bersama menyantap makanan yang dibawa dengan tenong. Kepala Desa Sirukun, Karpi mengungkap, tradisi tersebut adalah wujud syukur atas karunia Tuhan. "Jumlahnya lebih dari seribu tenong. Ini memang salah satunya bentuk rasa syukur kami terhadap Sang Pencipta," ujar Karpi usai acara, Rabu (22/5/2024). Lebih lanjut Karpi menjelaskan bahwa tenong adalah simbol kerukunan dan transparansi. Lantaran makanan yang dibawa tidak ditutup-tutupi dengan satu tenong isinya bisa dinikmati 5 sampai 10 orang. "Tenong ini kan bentuk transparansi. Berbeda dengan rantang yang menutupi makanan di bawahnya. Tapi kalau tenong semua kelihatan, dan yang paling penting saat makan bersama ini semua saling berbagi makanan satu dengan yang lainnya," pungkasnya.
Ribuan Warga Meriahkan Tradisi Ruwat Bumi di Sirukun Banjarnegara, Kirab 1.000 Tenong. (Banjarnaegara TV)

