Banjarnegara TV - Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara, Andri Sulistyo mengungkapkan ada enam keluarga yang terdiri dari 17 jiwa di Desa Punggelan mengungsi akibat bencana tanah bergerak atau longsor. "Warga mengungsi di dua rumah warga, di rumah Pak Putut sebanyak empat keluarga yang terdiri atas 11 jiwa dan rumah Pak Suyanto sebanyak dua keluarga yang terdiri atas enam jiwa," jelas Andri. Pergerakan tanah yang menyebabkan longsor di Punggelan telah terjadi sebanyak dua kali. Pertama terjadi di Dusun Jebug RT O2 RW 10, Desa Punggelan pada Rabu (3/4/2024) lalu. Akibatnya dua rumah mengalami kerusakan berat karena tertimbun material longsor, sedangkan satu rumah rusak sedang. Pergerakan tanah yang kedua terjadi pada Rabu (10/4), dan membuat dua rumah tertimbun longsor dan dua rumah lain rusak berat sehingga tidak dapat ditinggali lagi. Lebih lanjut, ia mengungkapkan ada 14 keluarga yang terdiri dari 39 jiwa harus mengungsi tentatif utamanya saat hujan lebat. Hal itu karena hunian mereka berada di lokasi yang rawan pergerakan tanah. "Hingga saat ini belum dibutuhkan dapur umum karena enam keluarga yang mengungsi masih bisa melakukan aktivitas memasak sendiri di lokasi pengungsian," paparnya. Sementara bantuan logistik khususnya makanan untuk enam keluarga yang mengungsi telah didistribusikan oleh BPBD, Dinas Sosial, PMI, serta para donatur. Sehingga kebutuhan pengungsi sampai beberapa hari ke depan masih tercukupi. "Kami juga telah meminta untuk segera dilakukan penutupan terhadap rekahan atau retakan tanah yang muncul. Material longsoran yang menutup akses jalan penghubung Desa Punggelan dengan Desa Jembangan telah disingkirkan, sehingga bisa dilalui kembali," katanya. Selain itu, pihak Pemdes Punggelan bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) setempat pun sudah mendirikan pos pantau pergerakan tanah serta pengaturan lalu lintas secara mandiri. Terkait dengan penanganan lanjutan, Ia mengatakan bahwa dalam dalam waktu dekat akan dilakukan kajian geologi terhadap lokasi pergerakan tanah termasuk lahan untuk relokasi warga yang rumahnya mengalami kerusakan. (Red/Yul)
Ilustrasi Longsor akibat pergerakan tanah terjadi di Dusun Jebug, Desa Punggelan Rabu (10/4/2024). (Banjarnegara TV/ Pexels.com/Raju Shrestha)

