BMKG Banjarnegara Amati Hilal di Lapangan Tembak Pagedongan
Cari Berita

Advertisement

BMKG Banjarnegara Amati Hilal di Lapangan Tembak Pagedongan

Redaksi

Banjarnegara TV - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Banjarnegara dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara serta organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam melakukan pengamatan hilal awal Ramadhan 1445 Hijriah pada Ahad, (10/3/2024) sore.



Ilustrasi, BMKG Banjarnegara Pantau Hilal di Lapangan Tembak Pagedongan. (Banjarnegara TV/ pexels.com)


Hery Susanto Wibowo, Kepala BMKG Stasiun Geofisika Banjarnegara, mengungkap pengamatan hilal dilakukan pada waktu terbenam matahari pukul 17.56.47 WIB dan waktu terbenam bulan pukul 18.01.18 WIB. 


Lokasi pengamatan hilal dilakukan di Lapangan Tembak, Desa Kebutuhjurang, Kecamatan Pagedongan, Banjarnegara. 


“Lag (selisih waktu terbenam matahari dan terbenam bulan) 4 menit 52 detik, azimut matahari 266 derajat, azimut bulan 264 derajat, dan tinggi hilal 0,68 derajat," jelas Hery. 


Hery menambahkan bahwa pengamatan hilal didasarkan pada yakni kalender komariah (kalender Hijriyah) yang ditentukan pada peredaran bulan mengelilingi bumi serta bumi dan bulan mengelilingi matahari.

 

"BMKG memberikan pertimbangan secara ilmiah kepada pemangku kepentingan seperti Kementerian Agama dan sebagainya dalam penentuan awal bulan pada kalender Hijriyah," tambahnya.

 

Tak hanya memberikan informasi pengamatan hilal hasil hisab atau perhitungan, Hery mengungkap bahwa BMKG juga melaksanakan rukyat atau observasi hilal di 33 lokasi di Indonesia. 


Masyarakat juga bisa melihat hasil observasi hilal pada laman https://hilal.bmkg.go.id.

 

Pengamatan hilal dilakukan saat waktu konjungsi atau ijtima’ adalah peristiwa ketika bujur ekliptika bulan sama dengan bujur ekliptika matahari dengan pengamat diandaikan berada di pusat bumi.

  

Tinggi hilal sendiri adalah besar sudut dari posisi proyeksi bulan di horizon yang teramati sampai ke posisi pusat piringan bulan berada. 


Hery menjelaskan bahwa tinggi hilal positif bermakna jika hilal ada di atas horizon ketika matahari terbenam. Sementara tinggi hilal negatif artinya hilal ada di bawah horizon ketika matahari terbenam.

 

"Ketinggian hilal di Indonesia saat matahari terbenam pada 10 Maret 2024 berkisar antara negatif 0,33 derajat di Jayapura, Papua, sampai dengan 0,87 derajat di Tuapejat, Sumatera Barat. Hilal berpotensi teramati jika nilai kontras hilal lebih besar dari nol," pungkas Hery.