Lestarikan Warisan Leluhur, Prosesi Jamasan Pusaka Digelar Jelang Hari Jadi Banjarnegara ke-453
Cari Berita

Advertisement

Lestarikan Warisan Leluhur, Prosesi Jamasan Pusaka Digelar Jelang Hari Jadi Banjarnegara ke-453

Redaksi

Banjarnegara.tv - Jelang peringatan Hari Jadi Kabupaten Banjarnegara ke-453, sejumlah pusaka leluhur dijamas. Prosesi penjamasan pusaka dilangsungkan pada Jumat (23/2/2024) di Pendopo Dipayudha Adigraha.



Pengurus Paguyuban Puri Taji Kudimas, PJ Bupati Banjarnegara, Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya, dan Kepala Dinas Indagkop turut hadir dalam prosesi jamasan pusaka, Jumat (23/2/2024). (banjarnegara.tv/doc pribadi Paguyuban Puri Taji Kudimas)

Jamasan pusaka dilakukan oleh Paguyuban Puri Taji Kudi Mas yang menerima mandat dari pemerintah Kabupaten Banjarnegara seperti tahun-tahun sebelumnya. Puri Taji Kudi Mas yang berdiri pada 27 Januari 2005, merupakan paguyuban yang menjadi wadah para pecinta dan pemerhati perkerisan untuk melestarikan dan memberikan apresiasi terhadap keris sebagai warisan budaya Indonesia yang diakui dunia.


Jamasan pusaka dihadiri oleh PJ Bupati Banjarnegara Tri Harso Widirahmanto bersama Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya, dan Kepala Dinas Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah. Mengingat ritual jamasan memang digelar jelang peringatan Hari Jadi Banjarnegara ke-453.


Menurut Tri Suryantoro, anggota Paguyuban Puri Taji Kudi Mas, jamasan pusaka dilakukan untuk membersihkan pusaka dari kotoran dan karat besi. Selain itu jamasan pusaka juga merupakan wujud untuk menghormati Pusaka Ageman Para Leluhur.


“Jamasan ini adalah ritual rangkaian peringatan ulang tahun Banjarnegara. Setelah dijamas, nantinya pusaka akan dikirab,” jelas Tri Suryantoro.


Tri Suryantoro yang juga menjadi parogo atau orang yang membawa pusaka menambahkan bahwa dalam jamasan tersebut ada sejumlah pusaka yang dijamas. Pusaka-pusaka leluhur yang dijamas yaitu keris, tombak, payung Jawa, dan gong. 


Ia menambahkan harapan besar di balik prosesi jamasan pusaka yaitu untuk melestarikan warisan leluhur. Apalagi menurutnya, pusaka keris dan tosan aji telah menerima sertifikat di tahun 2005 silam. Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa Keris Indonesia sudah ditetapkan sebagai Karya Agung Budaya Dunia dari UNESCO. 


Prosesi jamasan pusaka merupakan tradisi luhur sebagai warisan budaya bangsa untuk menghargai warisan nenek moyang. Kelestarian budaya lewat ritual jamasan pusaka juga merupakan upaya untuk menjaga dan merawat kebersamaan, ketelitian, gotong royong, dan nilai-nilai religiusitas. (Red/Yul)